Minggu, 24 Juli 2011

PERALATAN LAB. MIKROBIOLOGI BPPMHP MAKASSAR

Peralatan dasar yang dimiliki Laboratorium Mikrobiologi berupa alat ukur (timbangan, termometer dll) dan alat penunjang (oven, inkubator dll), agar peralatan tersebut dapat berfungsi dengan baik dan benar, laboratorium melakukan tindakan verifikasi periodik, pencocokan ke Standar Nasional (kalibrasi), dan manajemen peralatan serta ditunjang oleh kemampuan  tenaga analisnya dalam pengoperasian peralatan tersebut.
Pada pengujian secara mikrobiologi ada 2 tipe pengujian yang dilakukan yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Pengujian kuantitatif antara lain analisa TPC., Escherichia coli, Coliform, Vibrio parahaemolyticus, dan Stapylococcus aureus, sedangkan pengujian kualitatif adalah analisa Salmonella, Vibrio cholera, dll. Pada analisa di atas diperlukan alat-alat antara lain : tabung reaksi, plate (cawan petri), pipet, timbangan, gunting, pinset, oven, inkubator, water bath, dll.
Peralatan tersebut di atas ditunjang antara lain tersedianya jaringan listrik yang memadai, jaringan air yang memadai, stavol, lampu, lemari pendingin dan tempat pembuangan yang cukup baik untuk sampah sisa analisa dan sisa reaksi kimia. Disamping itu tersedia pula alat untuk menunjang keselamatan kerja, baik untuk tenaga analisnya maupun untuk lingkungan sekitarnya.

 1. Peralatan Gelas
Peralatan gelas pada laboratorium mikrobiologi antara lain tahan terhadap reaksi kimia , tahan pecah dan tahan panas. Peralatan yang terbuat dari bahan gelas yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium mikrobiologi antara lain :


Labu ukur
Labu ukur digunakan untuk membuat larutan baku dan untuk mengencerkan sampel larutan menjadi sejumlah volume tertentu pada konsentrasi yang dikehendaki.  Ukuran labu ukur mulai ukuran 5 ml sampai 1000 ml.



Petridish (cawan petri)
Cawan ini digunakan untuk menumbuhkan mikroba (bakteri).  Cawan petri terdiri dari dua bagian, yaitu alas dan tutup.  Kegunaan dan dan ukuran cawan petri bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan.



Tabung reaksi
Di laboratorium mikrobiologi, tabung reaksi digunakan untuk membuat biakan (kultur) mikroorganisme.  Ukuran dan bentuk tabung reaksi bermacam-macam sesuai kegunaannya.  

Gelas ukur
Gelas ukur dipergunakan untuk mengeluarkan sejumlah volume cairan tertentu. Ukuran bervariasi dari 5 ml sampai 1000 ml.


Beaker glass (gelas piala)
Gelas piala di laboratorium mikrobiologi digunakan untuk berbagai macam keperluan. Fungsinya adaklah memanaskan media dalam bentuk cairan. Ukuran gelas piala bervariasi mulai 5 ml sampai 1000 ml.

Berbagai macam pipet
Pipet ada dua macam yaitu :Pipet gelas dan pipet volumetric (micropipette).  Pipet gelas ialah pipet yang terbuat dari gelas mempunyai garis-garis skala, cairan dapat dikeluarkan berdasarkan jumlah yang diperlukan. Micropipette adalah pipet yang isinya sudah tertentu, misalnya 1 ml, 0,5 ml, dsb, terutama digunakan untuk memipet larutan dalam volume tertentu secara cepat.



Jumlah dari setiap peralatan tersebut tergantung kebutuhan analisa yang akan dilakukan.

2. Timbangan
Timbangan yang digunakan dalam laboratorium terdiri dari berbagai jenis dan merk. Yang terpenting adalah kapasitas serta ketelitiannya. Laboratorium mikrobiologi  dilengkapi dengan 3 buah timbangan yang memiliki kapasitas yang berbeda. Salah satu timbangan memiliki kapasitas 200 gram dengan ketelitian 0,0001 gram dan yang lain dengan kapasitas 100-200 gram dengan ketelitian 0,1 gram.
Untuk menjaga akurasi timbangan ini, perlu dilakukan kalibrasi alat yang dilakukan oleh suatu standar nasional.

3. Water Bath
Fungsi utama water bath adalah untuk menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk inkubasi pada analisa mikrobiologi. Pada water bath suhu yang digunakan biasanya 44,50C-45,50C untuk analisa konfirmasi E. coli dan Coliform dengan ketelitian suhu 0,10C.

4. Inkubator
Inkubator secara umum digunakan sebagai perlengkapan dalam laboratorium mikrobiologi pangan. Inkubator memiliki fungsi yang sama dengan water bath yaitu sebagai alat inkubasi pada analisa mikrobiologi. Inkubator adalah alat yang digunakan untuk menciptakan suhu stabil dan konstan. Suhu inkbator dipengaruhi oleh adanya perubahan suhu pada suhu ruang, oleh karena itu perubahan suhu ruang perlu diawasi terutama saat terjadi perubahan musim.

5. Mikroskop
Beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan taksonomi dalam laboratorium mikrobiologi menggunakan mikroskop dalam menganalisa gambar secara morfologi dan reaksi pewarnaan.

6. Stomacher
Stomacher dapat berfungsi sebagai pengganti blender karena memiliki fungsi sebagai alat untuk homogenisasi. Stomacher tidak sama dengan blender. Pada blender homogenisasi terjadi secara sempurna, sedangkan pada stomacher homogenisasi yang sempurna tidak dikehendaki. Prinsip dari stomacher adalah untuk membilas bakteri atau mikroorganisme pada permukaan sampel.
Komponen pada stomacher meliputi: kantong plastik steril dan stomacher  (suatu alat berbentuk kotak yang pada bagian dalam ada suatu pedal penumbuk)

7. Autoclave
Autoclave merupakan alat sterilisasi menggunakan sistem pemanasan lembab. Suhu uap dibawah tekanan tergantung pada tekanan. Pada autoclave suhu dapat mencapai 1210C pada tekanan 15 psi. Sterilisasi menggunakan autoclave dilakukan pada pembuatan media dan larutan. 
Autoclave sebagai alat sterilisasi memiliki banyak kelebihan dibanding oven, yaitu pemanasan berlangsung lebih cepat, mempunyai daya tembus, dan menghasilkan kelembaban tinggi.  Semua proses tersebut akan mempermudah koagulasi protein sel-sel bakteri.  Sehingga kematian bakteri adalah karena suhu bukan karena uap atau tekanan uapnya.
Keefektifan penggunaan alat ini dapat diuji dan dimonitor dengan menempatkan bio indicator endospora dari bakteri Bacillus stearothermophilus, karena spora bakteri ini lebih tahan dari pada pathogen.  Bakteri ini sebagai indicator bahwa pembinasaan penuh bakteri lainnya telah dilakukan atau belum.


8. Oven
Sterilisasi dengan pemanasan kering untuk peralatan gelas yang tahan terhadap pemanasan tinggi dilakukan dengan menggunakan oven. Disamping itu oven dapat juga digunakan untuk analisa lain misalnya analisa kadar air dan preparasi sampel untuk penentuan kadar lemak. Oven juga digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas yang telah digunakan.  Sterilisasi dengan cara ini memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan sterilisasi basah (autoclave), karena energi  panas sulit menetrasi alat yang akan disterilkan.  Misalnya waktu untuk membasmi spora dibutuhkan suhu 160oC selama 2 jam.  Untuk mensterilkan peralatan gelas diperlukan suhu 160oC – 180oC.


9. Freezer dan Refrigerator
Untuk  laboratorium mikrobiologi refrigerator dan freezer sangat penting diperlukan untuk menyimpan sampel yang dianalisa serta media-media yang mudah menguap dan media yang tidak tahan terhadap panas.



10. Laminar Flow
Semua prosedur mikrobiologi yang melibatkan patogen, pembuatan media yang steril atau pemeriksaan bahan makanan dibutuhkan suasana yang steril termasuk tempat juga harus steril, untuk itu digunakan laminar flow. Komponen pada laminar flow : exhaust filter, lampu fluoroscent, lampu UV.
Yang penting dalam laminar flow adalah kerja dari exhaust HEPA filter harus memiliki keefektifan 99,99% untuk membersihkan  filter yang memiliki ukuran > 0,3 hm.


11.  Vortex
Vortex merupakan alat pengaduk untuk menghomogenkan cairan dalam suatu tabung reaksi

12.  Hot Plate
Alat ini digunakan untuk melarutkan media dalam air aquadest, kemudian dipanaskan  supaya larutannya homogen.

13.  pH Meter
pH meter adalah alat untuk mengukur pH (keasaman) suatu bahan atau larutan.

14.  Pompa Vacuum
Pompa vakum (alat sterilisasi dengan filtrasi) digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan (media cair) yang bersifat termolabil (mudah rusak karena pemanasan).  Filtrasi cukup efektif untuk menyaring mikroorganisme dari suatu cairan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar